Desa Tawangargo merupakan desa dengan luas lahan pertanian ± 165 ha dengan produktivitas yang masih rendah pada komoditas hortikultura. Desa Tawangargo memiliki potensi berupa limbah buah jeruk dan kotoran ternak yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal ini dikarenakan petani merasa informasi yang diberikan ketika penyuluhan terlalu rumit ketika diterapkan. Sehingga berdasarkan potensi dan permasalahan yang ada dilakukan kajian pembuatan teh kompos dengan hasil terbaik yaitu teh kompos limbah buah jeruk dengan penambahan kotoran sapi yang digunakan sebagai materi penyuluhan. Tujuan penelitian ini mengetahui peningkatan pengetahuan, tingkat sikap serta tingkat keterampilan petani. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengisian kuisioner dan ceklist observasi kepada 23 petani.Hasil evaluasi penyuluhan yang telah dilakukan yaitu terdapat peningkatan pengetahuan petani sebesar 36%. Sebelum dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan petani sebesar 42% dan setelah penyuluhan dilakukan sebesar 78%. Tingkat keterampilan petani terhadap pembuatan teh kompos sebesar 79%. Sedangkan tingkat sikap petani mengarah pada positif yaitu sebesar 79%.
Copyrights © 2024