Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan masalah global yang mempengaruhi hak asasi manusia serta kesejahteraan sosial. Di Kabupaten Konawe, upaya pencegahan kekerasan ini telah dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, namun tantangan dalam hal implementasi program masih signifikan, terutama terkait keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta koordinasi antar lembaga. Meskipun kebijakan dan program pencegahan kekerasan telah dirancang, kesenjangan antara kebijakan yang diimplementasikan dan hasil yang diharapkan masih terlihat, terutama dalam hal perlindungan yang memadai bagi perempuan dan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi peran Dinas dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Konawe, dengan fokus pada tantangan, strategi optimal, dan kolaborasi lintas sektor. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, optimalisasi teknologi, serta penguatan kerjasama antar lembaga untuk meningkatkan efektivitas program perlindungan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat pemahaman teoritis tentang perlindungan perempuan dan anak serta memberikan solusi praktis dalam pengembangan sumber daya manusia yang terlibat dalam program-program pencegahan kekerasan.Kata kunci: kekerasan berbasis gender; perlindungan perempuan dan anak; sumber daya manusia; teknologi
Copyrights © 2024