Dalam konteks bencana alam, anak-anak yang tinggal di daerah rawan bencana alam menjadi kelompok yang rentan mengalami dampak psikologis yang signifikan seperti terganggunya kondisi sosio-emosionalnya. Proses pengembangan kompetensi sosio-emosional anak di daerah rawan bencana alam menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan kesejahteraan psikologis mereka. Ketika terjadi bencana alam dan korban bencana harus mengungsi, relawan yang berada di pengungsian kerap kali hanya mengajak anak-anak untuk bermain tanpa disertai metode-metode yang dapat meningkatkan kompetensi sosio-emosional anak-anak korban bencana alam yang menjadikan mereka lebih resilien. Melalui metode experiential learning, anak-anak akan dilibatkan pada aktivitas yang disukainya yaitu bermain. Pengalaman langsung yang diperoleh melalui permainan tradisional bentengan dapat menjadi media bagi anak-anak di daerah rawan bencana alam dalam mengembangkan keterampilan interpersonal, rasa kebersamaan, kreativitas, kerjasama, sportivitas, serta ketahanan emosional. Program penanaman kompetensi sosio-emosional dengan metode experiential learning melalui permainan tradisional ditujukan kepada anak-anak di daerah rawan bencana. Sasaran pengabdian masyarakat merupakan siswa sekolah dasar yang menjadi binaan BPBD Kab. Malang.
Copyrights © 2024