Dewi Sri Mustikasari
Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kompetensi Sosial Anak di Era Digital dilihat dari Berbagai Suku Budaya Dewi Sri Mustikasari; Esti Widya Rahayu
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 3 No. 1 (2023): Psychological Journal: Science and Practice
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/pjsp.v3i1.25888

Abstract

Every person in various regions has different values of social and emotional aspects in life. Background Children’s culture has an important role in contributing to these differences in values. Attitudes and behavior of children throughout their life span and development are also determined by the culture in which they grow up. These cultural values can see in the various tribes in Indonesia, including the Javanese (andhap ansor ), Bugis-Makassar (siri) and Papua (the tendency is more on emotional expression). This study aims to see differences in social abilities of the Javanese, Bugis-Makassar, and Papuan tribes in the social-emotional aspects of children that focus on social awareness, responsible decision-making, and relationship skills. The results of the data analysis show that there are different aspects socio-emotional competence of children in the Javanese, Bugis-Makassar, and Papuan ethnic groups.
EXPERIENTIAL LEARNING GAME TRAINING: MENANAMKAN KOMPETENSI SOSIO-EMOSI MELALUI PENGALAMAN BERMAIN PERMAINAN TRADISIONAL Dewi Sri Mustikasari; Pramaisella Tasya Arinda; Sekar Choirrunnissa Suprianto; Allysa Dewantari Fauzi; Ziadatul Hikmiah
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks bencana alam, anak-anak yang tinggal di daerah rawan bencana alam menjadi kelompok yang rentan mengalami dampak psikologis yang signifikan seperti terganggunya kondisi sosio-emosionalnya. Proses pengembangan kompetensi sosio-emosional anak di daerah rawan bencana alam menjadi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan kesejahteraan psikologis mereka. Ketika terjadi bencana alam dan korban bencana harus mengungsi, relawan yang berada di pengungsian kerap kali hanya mengajak anak-anak untuk bermain tanpa disertai metode-metode yang dapat meningkatkan kompetensi sosio-emosional anak-anak korban bencana alam yang menjadikan mereka lebih resilien. Melalui metode experiential learning, anak-anak akan dilibatkan pada aktivitas yang disukainya yaitu bermain.  Pengalaman langsung yang diperoleh melalui permainan tradisional bentengan dapat menjadi media bagi anak-anak di daerah rawan bencana alam dalam mengembangkan keterampilan interpersonal, rasa kebersamaan, kreativitas, kerjasama, sportivitas, serta ketahanan emosional. Program penanaman kompetensi sosio-emosional dengan metode experiential learning melalui permainan tradisional ditujukan kepada anak-anak di daerah rawan bencana. Sasaran pengabdian masyarakat merupakan siswa sekolah dasar yang menjadi binaan BPBD Kab. Malang.