Salah satu permasalahan yang dialami guru di SDN Tasikmadu 2 Kota Malang yaitu kesulitan membuat modul P5 dikarenakan guru merasa kebingungan sebab guru harus mengidentifikasi lingkungan sekitar. Selain itu juga terdapat permasalahan ketika pembelajaran P5 seperti penyusunan modul P5 masalah lain juga dialami oleh guru, diantaranya keberlanjutan program P5, dan kesenjangan produk yang dihasilkan. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan guru dalam mengimplementasikan P5 di SDN Tasikmadu 2 Kota Malang. Metode yang digunakan dalam pendampingan implementasi P5 bagi guru SDN Tasikmadu 2 Kota Malang terdiri dari 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat selain untuk mencapai tujuan pengabdian, yaitu tim pengabdian telah mencapai luaran meliputi video dokumentasi kegiatan, serta poster. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan perubahan pemahaman yang signifikan terkait pelaksanaan, tujuan, hingga evaluasi program P5. Hasil dari angket tersebut diperoleh bahwa peserta merasa puas dengan pelaksanaan pendampingan. Peserta juga merasa wawasannya meningkat setelah mengikuti kegiatan ini.
Copyrights © 2024