Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Rancasalak, Kecamatan Kadungora. Pelaku usaha di desa ini menghadapi keterbatasan dalam perencanaan SDM, pengembangan karir, dan pengelolaan kinerja, terutama di tengah era digital yang menuntut integrasi teknologi dalam operasional usaha. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, dilakukan pelatihan peningkatan kompetensi manajemen SDM berbasis kebutuhan lokal, yang dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut. Kegiatan melibatkan 25 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM di Desa Rancasalak. Pelatihan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan mencakup analisis kebutuhan peserta melalui wawancara dan observasi awal, diikuti dengan penyusunan modul berbasis lokal. Tahap pelaksanaan melibatkan metode partisipatif, seperti diskusi kelompok, simulasi kasus, dan praktik langsung, yang berlangsung selama tiga hari. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, wawancara mendalam, serta diskusi akhir untuk mengukur efektivitas pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 45% setelah pelatihan, terutama dalam menyusun rencana SDM dan memanfaatkan aplikasi digital sederhana untuk pencatatan kinerja. Mayoritas peserta menganggap materi pelatihan relevan dan dapat langsung diterapkan dalam praktik usaha. Selain itu, peserta merasa lebih percaya diri dalam mengelola SDM dan mengintegrasikan teknologi dalam operasional usaha mereka. Kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi nyata dalam memberdayakan UMKM di Desa Rancasalak, namun pendampingan lanjutan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dampak pelatihan.
Copyrights © 2025