Pada 30 Januari 2020, World Health Organization (WHO) menetapkan adanya virus yang bernama Covid-19. Di saat itu, tatanan kehidupan di seluruh dunia berubah secara drastis mulai dari perekonomian, pendidikan, sosial, dan lain sebagainya. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) melalui WHO memutuskan bahwasanya untuk menghentikan segala bentuk aktifitas yang mengundang keramaian atau kerumunan. Hal ini diterima oleh pemerintah Indonesia untuk diterapkan melalui Surat Edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Direktorat Pendidikan Tinggi No. 1 Tahun 2020 perihal pencegahan penyebaran virus Covid-19 ini di dunia Pendidikan. Sistem belajar tatap maya menjadi pilihan pemerintah Indonesia agar proses belajar mengajar tetap lanjut di masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Dari sistem belajar tatap maya ini, ada beberapa dampak yang muncul. Salah satunya ialah orang tua dan guru yang belum sepenuhnya mengerti tentang sistem belajar daring ini. Jenis penelitian yang digunakan dalam kasus ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yakni observasi dan wawancara kepada para sampel yang terpilih. Sebagian orang tua ada yang sudah siap dan sebagian juga ada yang belum siap. Orang tua sudah mempersiapkan atau memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring anak. Meskipun setiap orang tua berbeda dalam memberikan fasilitas, tapi tujuannya sama yaitu agar anaknya tetap bersekolah atau mengikuti pembelajaran walaupun dari rumah.
Copyrights © 2022