Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman netizen yang terafiliasi dengan whatsapp group sebagai konsumen dan pengguna teknologi informasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara terhadap netizen yang aktif di WAG. Pengumpulan data didukung dengan metode observasi partisipatif dari peneliti. Sampel penelitian beragam kelompok usia, latar belakang pendidikan dari beragam WAG. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teori penerimaan dan penggunaan teknologi informasi yang digagas Fred D. Davis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa RPD WAG memiliki kecenderungan untuk menjadi gudang sampah informasi. Hal ini disebabkan jumlah pesan yang cepat dan terus-menerus, kurangnya filterisasi informasi, serta kurangnya keterlibatan pengguna dalam memeriksa kebenaran informasi. WAG cenderung terjebak dalam lingkaran informasi yang salah, rumor dan hoaks. Beberapa pengguna mengungkapkan kewalahan atas WAG yang kurang efektif sebagai wadah komunikasi kelompok dan terjadi kebisingan informasi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya literasi digital dan peran moderator dalam mengelola dan memantau konten yang disebarkan di WAG.
Copyrights © 2024