Penulisan ini membahas bagaimana penerapan desain interior dan arsitektur Islam yang berkembang di Indonesia khususnya pada Masjid Raudhatul Faizin. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan memadukan Arsitektur Islam (Timur Tengah) dan Arsitektur Lokal (Nusantara dan Jawa Barat) menjadi satu kesatuan yang harmoni, dengan tetap memerhatikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil’alamin. Tantangan lain mucul karena Masjid Raudhatul Faizin termasuk masjid transit yang dijadikan sebagai tempat pemberhentian orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya untuk istirahat dan ibadah, sehingga harus dirancang dengan mempertimbangkan sifat yang ramah dan tidak menghakimi. Adapun karakteristik Arsitektur Islam pada Perancangan Masjid Raudhatul Faizin yakni mengunakan ornamen kaligrafi, penggunaan bentuk-bentuk arch (lengkungan), bangunan yang tinggi, dan juga kubah. Sedangkan Arsitektur Lokal yang diterapkan pada Masjid Raudhatul Faizin yakni atap bangunan tersebut berbentuk trapeisum atau merupakan jenis atap pelana, menggunakan banyak bukaan alami, dan beberapa penggunaan material lokal yang dipadukan dengan teknik-teknik modern. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme masyarakat untuk beribadah dan memunculkan rasa memiliki terhadap fasilitas bangunan ibadah Masjid.
Copyrights © 2024