Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kandungan senyawa fenolat pada simplisia daun salam, kunyit, dan lada sebagai potensi sumber antioksidan alami. Skrining fitokimia dilakukan menggunakan metode standar, meliputi uji kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun salam mengandung kadar fenol total tertinggi dibandingkan kunyit dan lada, ditandai dengan perubahan warna yang signifikan pada uji FeCl₃. Selain itu, daun salam juga positif mengandung flavonoid. Hasil ini mengindikasikan bahwa daun salam memiliki potensi sebagai sumber senyawa fenolat yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk farmasi atau fungsional food. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa fenolat spesifik serta mengevaluasi aktivitas biologisnya.
Copyrights © 2025