Pemikiran Muhammad Iqbal tentang dinamisme Islam dan hubungan antara agama dan negara memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks global dan lokal, khususnya di Indonesia. Artikel ini membahas konsep-konsep utama Iqbal, seperti ijtihad, pluralisme, dan integrasi modernitas, yang menawarkan pendekatan progresif terhadap pembaruan pemikiran Islam. Iqbal menolak ekstremisme dalam bentuk teokrasi dan sekularisme, serta menekankan pentingnya negara sebagai alat untuk merealisasikan nilai-nilai moral dan spiritual. Kajian ini menggunakan metode tinjauan pustaka terhadap karya-karya utama Iqbal serta literatur terkait. Temuan menunjukkan bahwa pemikiran Iqbal dapat menjadi panduan bagi umat Islam Indonesia dalam menciptakan harmoni antara agama dan negara yang berorientasi pada keadilan sosial, pluralitas, dan hak asasi manusia.
Copyrights © 2025