Wisata yang berfokus pada panorama dan geologi suatu wilayah dapat bersifat konservatif terhadap sumber daya alam wilayah tersebut dengan tujuan meningkatkan wawasan dan pemahaman tentang fenomena alam yang memengaruhi ekonomi lokal dan nasional. Daerah penelitian memiliki banyak potensi geowisata, termasuk sungai dan air terjun yang sangat indah, tetapi wisatawan masih jarang melihatnya. Kekayaan alam, seperti sumber daya alam, memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat. Sumber daya alam saat ini, yang merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan, masih belum dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar masyarakat. Oleh karena itu, berdasarkan potensi geowisata berupa objek geologi, serta didukung keindahan alam maka daerah penelitian dapat dikembangkan menjadi kawasan geowisata. Metode penelitian ini dilakukan menjadi tiga tahap, yakni kajian literatur mengenai geowisata, survey lokasi geowisata, tinjauan awal geowisata yang memiliki kelayakan untuk dinilai sebagai faktor ekonomis dan geoheritage. Pada penilian secara kualitatif menggunakan 4 jenis asesmen yang kemudian akan diterapkan, yakni asesmen nilai-nilai sains, asesmen nilai-nilai edukasi, asesmen nilai-nilai pariwisata, asesmen nilai-nilai risiko degradasi. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan pada setiap geosite yang menunjukkan kelayakan sebagai geowisata kelas baik. Pada asesmen nilai-nilai sains di dapatkan bobot pada geosite bendungan lempake 96,25% dan air terjun lempake 96,25%, Pada nilai-nilai edukasi, bendungan lempake 83,75% dan air terjun lempake 83,75%. Pada nilai-nilai parawisata, bendungan lempake, 76,25% dan air terjun lempake 76,25%, pada nilai-nilai risiko degradasi, bendungan lempake 61,25% dan air terjun lempake 61,25%. Total semua bobot pada masing-masing geosite, yakni bendungan lempake masuk dalam kategori kelas baik dengan bobot 317,5. air terjun lempake masuk dalam kategori kelas baik dengan bobot 317,5.
Copyrights © 2025