Penelitian bertujuan untuk mengetahui kerentanan, ancaman dan kapasitas bencana banjir Kota Bukittinggi dan mengetahui resiko bencana banjir. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif yang dianalisis berdasarkan skoring untuk mendapatkan data ancaman banjir dengan penggabungan empat variabel yaitu curah hujan, kelerengan, jenis tanah dan tutupan lahan. Parameter untuk kerentanan bencana yaitu overlay peta dasar parameter kerentanan sosial, kerentanan fisik, kerentanan ekonomi dan kerentanan lingkungan serta analisis kapasitas bencana dimana setiap variabel memiliki kriteria nilai kelas yang berbeda. Selanjutnya pengolahan analisis kawasan beresiko bencana menggunakan matriks VCA. Hasil penelitian menunjukkan ancaman bencana banjir tergolong rendah luas ancaman 2164,22 Ha. Tingkat kerentanan terdapat 14 kelurahan dengan kerentanan rendah 0,5384 – 0,6059. Sedangkan terdapat 8 kelurahan dengan tingkat kerentanan sedang 0,6060 – 0,7409, dan tingkat kerentanan tinggi terdapat 2 Kelurahan. Kapasitas bencana rendah 7 kelurahan dan 1 kelurahan dengan kapasitas sedang. Kota Bukittinggi memiliki 12 kelurahan dengan resiko bencana rendah dan 12 kelurahan dengan resiko bencana sedang.
Copyrights © 2025