Latar Belakang : Sejumlah permasalahan paska krisis moneter 1997 di Indonesia pada akhirnya berbuah tuntutan oleh daerah untuk memimpin daerahnya sendiri tanpa ada campur tangan dari orang lain. Tuntuntan itu dijawab oleh pemerintah pusat dengan diterapkannya otonomi daerah yang secara tidak langsung juga menuntut keberhasilan daerah dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan secara mandiri. Tujuan : Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis peran pengeluaran pemerintah dalam mendorong aktivitas perekonomian, dan dampak dari aktivitas perekonomian itu terhadap pendapatan asli daerah. Metode : Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis regresi data panel terhadap data Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur selama tahun 2013-2020. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian ini menemukan bahwa wewenang yang diberikan kepada pemerintah daerah untuk mengatur anggaran belanjanya itu tidak memberikan dampak yang cukup memuaskan terhadap perekonomian. Meskipun fungsi multiplier effect dari belanja operasi pemerintah bekerja dengan baik, belanja modal pemerintah yang tidak sedikit itu justru memberikan efek perlambatan terhadap perekonomian. Kesimpulan : Besarnya penerimaaan pendapatan asli daerah secara signifikan ditentukan oleh peningkatan aktivitas perekonomian. Sehingga kami mengharapkan pemerintah daerah untuk terus menjaga perekonomian bergerak maju, agar kedepan mimpi otonomi daerah yang dicita-citakan dapat tercapai.
Copyrights © 2023