Malnutrisi di daerah terpencil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan mendesak, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, terutama pada anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas program pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi malnutrisi di wilayah tersebut. Menggunakan metode campuran kualitatif dan kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei, wawancara mendalam, serta analisis dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang dan pengolahan makanan bergizi. Pelatihan yang diberikan mencakup praktik pertanian berkelanjutan, teknik pengolahan makanan, dan metode penyimpanan yang menjaga kandungan gizi. Partisipasi aktif masyarakat dalam program juga mengalami peningkatan, yang secara langsung berkontribusi pada penurunan angka malnutrisi di daerah terpencil. Meskipun demikian, penelitian ini mengidentifikasi berbagai tantangan, termasuk kurangnya akses terhadap sumber daya, infrastruktur kesehatan yang terbatas, dan stigma sosial yang menghambat perubahan perilaku. Hambatan lainnya meliputi kesulitan masyarakat dalam mendapatkan bahan pangan bergizi dan menerapkan praktik pertanian yang efektif. Dukungan lebih lanjut dari pemerintah dan organisasi non-pemerintah diperlukan untuk meningkatkan keberlanjutan program ini. Rekomendasi penelitian meliputi penguatan infrastruktur kesehatan, peningkatan akses terhadap bahan pangan bergizi, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lokal. Strategi komunikasi yang lebih baik juga diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat memiliki dampak positif yang signifikan dalam penanganan malnutrisi di daerah terpencil. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan dan praktik terbaik dalam mengatasi malnutrisi di masa depan.
Copyrights © 2025