Gerakan Literasi merupakan kunci utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing global. Namun, kenyataan yang ada bahwa masih rendahnya tingkat literasi yang ada di Indonesia khususnya di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja peran guru dalam menerapkan gerakan literasi di SDN Inpres 2 Sie dan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan Gerakan Literasi di SDN Inpres 2 Sie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara secara sistematis, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah guru kelas III dan IV, guru PAI dan siswa SDN Inpres 2 Sie. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam menerapkan gerakan literasi di SDN Inpres 2 Sie khususnya di kelas III dan IV dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran. Tahap pembiasan dilakukan dengan siswa dijadwalkan berkunjung ke perpustkaan selama 15 menit dalam satu hari, tahap pengembangan yaitu menyediakan perpustakaan dengan berbagai macam bahan bacaan sebagai penunjang Gerakan Literasi Sekolah dan Pada tahap pembelajaran, kegiatan yang dilakukan seperti pojok baca, membaca terpadu, menulis karya, serta pembelajaran di luar kelas. Adapun faktor pendukung adalah sekolah memberikan dukungan dalam pelaksanaan program peningkatan budaya membaca siswa dengan memberikan fasilitas yang memadai seperti perpustakaan yang lengkap dengan buku cerita yang beragam sedangkan faktor penghambat adalah kurangnya dukungan orang tua dalam menyelaraskan dengan program yang ada di sekolah sehingga siswa kurang gemar dalam membaca.
Copyrights © 2025