Film Setan Jawa mengisahkan tentang pesugihan kandang bubrah yang disimbolkan dengan bulus (Labi-labi) sebagai setan pemberi pesugihan. Selain sebagai simbol pesugihan, mitologi bulus sudah lama muncul dalam peradaban Jawa. Artikel ini bertujuan menganalisis mitologi bulus dalam Film Setan jawa, kemudian membandingkan dengan mitologi bulus pada masyarakat Jawa dari masa ke masa. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode deskriptif komparatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka. Hasilnya, mitologi bulus di Masyarakat Jawa mengalami perubahan makna. Pada masa klasik bulus dianggap sebagai jelmaan dewa, pada masa Islam bulus mengalami variasi makna tergantung wilayah kebudayaannya. Di wilayah dengan pengaruh Islam yang kuat bulus dianggap sebagai hewan suci, namun pada wilayah dengan pengaruh Islam yang lemah mitologi bulus dimaknai sebagai hewan mistik yang memiliki kekuatan magis. Film Setan Jawa menggambarkan mitologi bulus (Labi-labi) pada masa Islam Modern yaitu sebagai hewan ghaib pemberi kekayaan kepada pemujanya.
Copyrights © 2025