Penelitian ini mengeksplorasi praktik sistem bagi hasil (muzara'ah) di Desa Braja Sakti, dengan fokus pada interaksi antara pemilik lahan dan penggarap. Metode penelitian melibatkan wawancara mendalam dengan petani serta analisis lapangan untuk memahami implementasi dan variasi dalam pembagian hasil usaha pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Desa Braja Sakti menerapkan sistem bagi hasil 50:50 antara pemilik lahan dan penggarap, dengan penekanan pada prinsip keadilan dalam pembagian hasil. Selain itu, ditemukan juga praktik pembagian berdasarkan luas lahan atau setelah menghitung pengeluaran perawatan. Meskipun sistem muzara'ah memberikan kesempatan ekonomi bagi penggarap tanpa lahan, terdapat juga tantangan terkait dengan risiko dan keadilan dalam pembagian hasil, terutama saat menghadapi kegagalan panen. Abstrak ini merangkum temuan penelitian serta menawarkan saran untuk meningkatkan implementasi sistem muzara'ah di Desa Braja Sakti, termasuk penguatan pendidikan, pembinaan kerja sama, dan pengelolaan risiko untuk mendukung kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2024