Kakao merupakan komoditas perkebunan potensial sehubungan dengan kontibusinya terhadap perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas harga biji kakao domestik sebelum dan setelah pemberlakuan kebijakan pajak ekspor biji kakao serta menganalisis secara deskriptif strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah mengatasi masalah volatilitas harga tersebut. Volatilitas harga biji kakao domestik setelah pemberlakuan kebijakan pajak ekspor cenderung lebih berfluktuasi dibandingkan sebelum kebijakan. Volatilitas harga setelah kebijakan pajak ekspor dirumuskan melalui model ARCH GARCHÂ yaitu ARCH (1). Nilai koefisien ARCH pada model varian biji kakao adalah 0.002302. Nilai ini kurang dari 1 dan relatif kecil (tidak mendekati 1) sehingga mengindikasikan rendahnya volatilitas. Berdasarkan nilai koefisien ARCH dapat diestimasi bahwa volatilitas harga dimasa mendatang akan semakin kecil dan berlangsung dalam waktu yang lama. Dengan demikian perlu dilakukan upaya mengatasi volatilitas harga biji kakao melalui penanganan pasca panen dengan dukungan fasilitas teknologi, kegiatan pemberdayaan serta penguatan kelembagaan.
Copyrights © 2024