Penelitian ini mengkaji integrasi tradisi orality dan literasi dalam budaya Melayu sebagai upaya pelestarian identitas budaya. Metode studi kepustakaan digunakan untuk menganalisis data dari berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi orality, seperti pantun dan hikayat, tetap relevan di era modern melalui adaptasi ke media digital, sementara literasi memperkuat tradisi ini dengan dokumentasi yang sistematis. Kombinasi keduanya menciptakan ekspresi budaya yang kaya dan multidimensional. Untuk menjaga keberlanjutannya, diperlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan program berbasis budaya. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi orality dan literasi memainkan peran strategis dalam melestarikan budaya Melayu di tengah tantangan zaman.
Copyrights © 2025