Pernikahan dini merupakan masalah sosial yang signifikan di Indonesia, terutama di Lombok Timur, dengan dampak merugikan bagi kesehatan mental dan fisik remaja serta kesejahteraan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mencegah pernikahan dini melalui pendekatan perspektif Islam di MTS Jamaluddin Toya. Metode yang digunakan yaitu service learning dengan tahapan observasi awal, survei, dan kegiatan sosialisasi yang melibatkan 58 siswi dari kelas VII, VIII, dan XI. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara interaktif dan partisipasi, dengan pengujian pemahaman melalui pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan siswi, di mana semua peserta mampu menjawab positif pada pertanyaan mengenai usia minimal untuk menikah serta konsekuensi pernikahan dini. Namun, pemahaman tentang cara-cara untuk menghindari pernikahan dini masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan untuk memberikan wawasan yang lebih baik tentang pernikahan dini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk merumuskan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan dalam konteks lokal guna menangani pernikahan dini secara efektif.
Copyrights © 2025