Studi ini membahas mengenai Branding UMKM Sabun Cuci Piring untuk meningkatkan perekonomian pada Masyarakat Bandaran, Donokerto, Turi, Sleman. Melalui tahapan-tahapan yang terstruktur, mulai dari tahapan packaging, pembuatan logo dan stiker, prototype produk skala desa, serta yang terakhir adalah tahapan pemasaran produk. Metode yang digunakan adalah Forum Group Discussion (FGD). FGD dilakukan dengan pemuda/i Bandaran terutama dengan penanggung jawab UMKM Sabun Cuci. Melalui FGD tersebut ditemukanlah masalah dimana packaging produk UMKM masih menggunakan botol bekas, maka dari itu melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMY Kelompok 109, kami memberikan inovasi untuk mengganti packaging produk dengan botol yang lebih menarik. Faktor packaging tersebut yang membuat penjualan produk UMKM Sabun Cuci hanya bisa terjual di skala desa saja, oleh karena itu pentingnya packaging yang menarik agar produk bisa dijual di skala yang lebih besar. Dengan demikian, adanya Branding UMKM Sabun Cuci oleh KKN UMY 109 bisa memperluas penjualan produk di skala yang lebih besar. Hasil akhir ditentukan melalui wawancara yang dilakukan pada saat pembagian prototype skala desa. Branding produk yang dilakukan menghasilkan berbagai feedback positif dari masyarakat desa mengenai desain kemasan yang lebih layak dan lebih bisa diterima di pasaran. Hasil wawancara ini dapat disimpulkan bahwa citra produk telah terbangun dan kesadaran merek meningkat dikarenakan di dalam desain kemasan terdapat logo karang taruna dusun Bandaran sehingga berdampak pada meningkatnya brand awareness produk di mata masyarakat Desa Donokerto.
Copyrights © 2024