Abstrak Dalam dekade terakhir, lembaga keuangan syariah mengalami pertumbuhan pesat, mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan yang berbasis nilai-nilai Islam. Salah satu aspek penting dalam keuangan syariah adalah pengelolaan wakaf tunai, yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan wakaf tunai di Badan Wakaf Uang Tunai Majelis Ulama Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BWUT MUI DIY) serta mengevaluasi penerapan prinsip GCG dalam perspektif Tawhid String Relationship (TSR). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah, laporan lembaga terkait, dan dokumen pendukung lainnya. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui reduksi dan penyajian data dalam narasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf tunai BWUT MUI DIY mencakup penghimpunan, pengembangan, dan pendistribusian yang sebagian besar telah sesuai dengan regulasi. Namun, terdapat kendala dalam transparansi pelaporan, akuntabilitas, dan legalitas sebagai nazhir resmi. Integrasi TSR memberikan landasan spiritual yang kuat dalam penerapan GCG, di mana prinsip tauhid, maslahah, dan keadilan membantu menjaga keseimbangan antara tujuan ekonomi dan sosial. Implikasi teoritis penelitian ini adalah memberikan kontribusi baru dalam literatur pengelolaan wakaf tunai berbasis GCG dengan perspektif TSR. Implikasi praktisnya adalah memberikan rekomendasi untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan legalitas BWUT MUI DIY guna membangun kepercayaan publik. Temuan baru dari penelitian ini adalah bahwa integrasi TSR dalam GCG menciptakan kerangka kerja yang lebih komprehensif untuk pengelolaan wakaf tunai secara syariah.
Copyrights © 2024