Hipertensi adalah suatu keadaan di mana tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastole lebih dari 80 mmHg. Laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang sama terhadap hipertensi. Asupan dengan modifikasi bahan makanan yang mengandung kalium dan magnesium menjadi salah satu terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah, salah satunya adalah Seledri. Seledri merupakan sayuran yang tumbuh di segala musim dan mudah didapat di Indonesia dan memiliki kandungan kalium dan magnesium. Adapun tujuan peneliti yaitu, untuk mengetahui perbedaan rerata tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian air daun seledri. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest – posttest design. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling dengan kriteria inklusi, dengan jumlah responden sebanyak 15 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah spignomanometer, stetoskop dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 15 responden memiliki tekanan darah Pre Intervensi >160/>100mmHg 66,7 % dan Pos Intervensi <120/ <80mmHg 53,3 % maka dilakukan uji paired t-test, diperoleh hasil didapatkan ρ value = 0,001. Ada Pengaruh Pemberian air daun seledri sebagai alternativ penanganan hipertensi dapat menurunkan tekanan darah pada lansia sehingga meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan lansia. Selama proses pemberian air daun seledri efektif untuk menurunkan tekanan darah karena memiliki kandungan flavonoid, saponin, tannin, minyak asiri serta apigenin yang berkhasiat sebagai tonik yang memacu enzim pencernaan, menurunkan tekanan darah, memperbaiki fungsi hormone yang terganggu serta membersihkan darah senyawa pada apigenin sebagai anti peradang.
Copyrights © 2025