Penelitian ini menganalisis program pengembangan ekoeduwisata mangrove di Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, yang mengalami penurunan jumlah pengunjung antara 2022 hingga 2024. Penurunan ini disebabkan oleh kurangnya fasilitas yang memadai dan dampak pandemi COVID-19, yang menyulitkan pemeliharaan fasilitas. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk menggali faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan ekoeduwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada upaya melalui CSR Pertamina, kurangnya pemahaman dan inisiatif pengelola menjadi kendala utama. Ketergantungan terhadap mitra menghambat inovasi, yang mempengaruhi daya tarik wisata. Penelitian ini menyarankan perlunya pembaruan dalam pengelolaan yang lebih kreatif, mandiri, dan berbasis pada pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Copyrights © 2025