Konsep Islam Nusantara merupakan pendekatan keislaman yang mengakomodasi kearifan lokal dalam praktik beragama tanpa menghilangkan esensi ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses pembumian mazhab Islam Nusantara dilakukan, serta tantangan dan peluang dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan wawancara dengan tokoh agama serta akademisi yang berfokus pada kajian Islam Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam Nusantara mengedepankan prinsip wasathiyyah (moderat), akulturasi budaya, serta keberagamaan yang harmonis dalam bingkai keindonesiaan. Implementasi mazhab ini dilakukan melalui pendidikan, dakwah, dan praktik keagamaan yang menyesuaikan dengan tradisi lokal, seperti tahlilan, ziarah kubur, dan berbagai ritual keislaman yang telah membaur dengan budaya masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi resistensi dari kelompok yang mengusung pemurnian ajaran Islam serta kurangnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap konsep Islam Nusantara. Untuk memperkuat eksistensi mazhab ini, diperlukan penguatan kajian akademik, sosialisasi melalui media digital, serta sinergi antara ulama, akademisi, dan masyarakat dalam membangun narasi Islam yang ramah, inklusif, dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
Copyrights © 2024