Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana kesalahan berbahasa yang terjadi di salah satu media sosial X. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian deskriptif dan dengan metode simak catat. Ditemukan sebanyak 15 cuitan pada akun @briankhrisna yang mengandung 27 kesalahan berbahasa dalam bidang Morfologi. Terdapat 16 kesalahan Morfologi afiksasi dan 11 kesalahan reduplikasi. Dalam satu cuitan, rata-rata ditemukan dua kesalahan dalam pengggunaan bahasa. Hal tersebut terjadi karena pemakaian kata tidak baku pada bidang afiksasi dengan mengganti prefiks. Kemudian terdapat penyingkatan kata yang tidak sesuai dengan kaidah reduplikasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kesalahan berbahasa masih terjadi dalam aktivitas media sosial. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bagi pengajaran bahasa Indonesia, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai kaidah morfologi, serta memperkenalkan cara yang lebih tepat dalam menggunakan afiksasi dan reduplikasi dalam tulisan.This research aims to analyze and describe how language errors occur on one of Xs social media. The research uses a qualitative method with a descriptive research design and note-taking method. There were 15 twits found on the @briankhrisna account containing 27 language errors in the field of morphology. There were 16 affixation morphology errors and 11 reduplication errors. In one twit, an average of two language errors are found. This happens because of the use of non-standard words in the affixation area by changing prefixes. Then there is abbreviation of words that do not comply with the rules of reduplication. From the research results, it was found that language errors still occur in social media activities. Through this research, it is hoped that it can provide more insight into the good and correct use of Indonesian. For Indonesian language teaching, the results of this research can be used as material for reflection to improve students' understanding of morphological rules, as well as introduce more appropriate ways of using affixation and reduplication in writing.
Copyrights © 2024