Kehamilan yang tidak direncanakan setiap tahunnya terjadi pada 80 juta wanita. Kehamilan tidak direncanakan dapat berisiko terjadinya komplikasi selama kehamilan, bersalin dan nifas. Komplikasi yang terlambat tertangani akan berdampak langsung pada kematian maternal. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik kejadian kehamilan tidak diinginkan di Kabupaten Tegal. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekantan cross sectional. Peneliti menggunakan teknik sampling case control dengan jumlah kelompok kasus 14 ibu hamil tidak direncanakan dan kelompok kontrol 45 ibu hamil yang direncanakan. Analisis menggunakan analisis univariat yang diolah dalam spss. Hasil penelitian menunjukkan 78.6% kehamilan tidak direncanakan ditemukan pada akseptor KB hal ini menunjukkan adanya kegagalan KB atau unmet need KB. Hal tersebut berdampak langsung pada perencanaan penggunaan KB setelah melahirkan lebih baik dan bijak. Sebanyak 64.3% responden hamil tidak direncanakan telah merencanakan menggunakan KB setelah melahirkan. Sedangkan pada faktor usia, tempat tinggal dan waktu konseling KB tidak memiliki perbedaan yang signifikan pada kejadian kehamilan tidak direncanakan. Dimana masing-masing faktor memiliki kemungkinan terjadi kehamilan tidak direncanakan sebesar 50%.
Copyrights © 2017