Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode manajemen persediaan pada Perusahaan Tabib Jamu dengan metode Economic Order Quantity. Disamping itu penelitian ini juga membandingkan total biaya persediaan antara kebijakan Perusahaan dan metode EOQ. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan observasi dan wawancar dengan pemilik usaha. Metode yang digunakan adalah Economic Order Quantity dan Total Inventory Cost. Penelitian ini menemukan jumlah kuantitas ideal yang harus dipesan oleh Tabib Jamu dengan menggunakan metode EOQ adalah sebesar 63 Kg kunyit dengan frekuensi pemesanan 7 kali. Total Biaya Persediaan dengan menggunakan kebijakan Perusahaan adalah Rp 2.806.274 sedangkan dengan metode EOQ total biaya persediaan adalah Rp 956.588. Dengan metode EOQ Tabib Jamu dapat menghemat 65,91%.
Copyrights © 2025