Kebutuhan belanja spare parts pesawat terbang untuk pemeliharaan pesawat terbang di Indonesia terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan market pemeliharaan pesawat yaitu sekitar 12,87% per tahun. Belanja spare parts lima tahun ke depan antara US$ 0,89-1,56 Miliar.Belanja spare parts pesawat untuk kebutuhan pemeliharaan pesawat di Indonesia relatif lebih besar dibandingkan dengan Negara ASEAN yang lain yaitu nomor 2(dua) setelah Negara Singapore. Hampir seluruh spare parts untuk kebutuhan pemeliharaan pesawat adalah buatan dan berasal dari luar negeri sehingga timbul beberapa permasalahan dalam proses pengelolaan pengadaam spare parts tersebut yaitu antara lain harga mahal, delivery cukup lama dan kwalitas tidak sesuai standar. Beberapa penyebab permasalahan di atas antara lain proses pengadaan yang tidak transparan, waktu pembayaran melebihi 45 hari yaitu waktu standar Term of Payment yang disepakati, terlalu banyak vendor sehingga tidak ada volume discount dan proses pengiriman tidak efisien, belum ada ‘spare parts mall’ di Indonesia, perencanaan minimum stock spare parts yang kurang akurat, spare parts sebagian besar di beli dari luar negeri yang memerlukan waktu untuk proses custom clearance, masih ada spare parts yang di beli dimana fisik dan atau dokumennya tidak sesuai dengan persyaratan authority tentang aeronautical products. Mengatasi permasalahan pengelolaan pengadaan spare parts, beberapa hal yang dapat dilakukan agar proses pengadaan spare parts lebih efektif dan efisien antara lain adalah proses pengadaan yang transparan dengan E auction, pengadaan secara paket/blanket order dan kontrak jangka panjang, proses penerimaan, pengecheckan dan pengeluaran spare parts melalui bonded area dan solusi komprehensif dengan membangun ‘spare parts mall’ tempat belanja spare parts terintegrasi.
Copyrights © 2017