Jurnal Teknologi Kedirgantaraan (JTK)
Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Kedirgantaraan

Analisis Feasibility Pengembangan Capability MRO Pemeliharaan Engine di Indonesia

Freddy Franciscus (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2018

Abstract

Bisnis pemeliharaan pesawat terbang di Indonesia masih sangat menarik sejalan dengan pertumbuhan jumlah pesawat terbang yang dimiliki maskapai domestik. Sekitar 65% porsi biaya pemeliharaan pesawat terbang milik maskapai domestik belum terserap MRO Indonesia. Sebagian besar porsi yang belum terserap tersebut adalah klaster pemeliharaan engine dan komponen pesawat terbang, dimana hanya terserap sekitar 10% (USD 100 Juta) dari 75% (USD 750 Juta Th 2017) biaya pemeliharaan engine (35%) dan komponen (45%) pesawat terbang yang dikeluarkan oleh maskapai Indonesia. Dari serapan 10% biaya pemeliharaan engine dan komponen tersebut porsi serapan biaya pemeliharaan engine saja hanya 5% (USD 50 Juta) dari 35% (USD 350 Juta) biaya pemeliharaan engine. Masih ada sekitar 30% (USD 300 Juta) yang merupakan peluang MRO Indonesia untuk mengembangkan capability pemeliharaan engine milik maskapai Indonesia. Dari beberapa tipe jet engine yang ada di maskapai Indonesia, CFM56-7B yang mempunyai populasi terbanyak yaitu 450 engine. Dari analisa feasibility terhadap pengembangan capability MRO engine untuk pemeliharaan CFM56-7B diperoleh hitungan ROI dan Pay Back Period/PBP program pengembangan capability engine tersebut masing-masing adalah 24,57% dan 4.4 tahun dan nilai tersebut menunjukkan bahwa proyek pengembangan MRO engine CFM56-7B tersebut feasible.   The aircraft maintenance business in Indonesia is still very attractive along with increasing number of aircraft on Indonesia airlines. As much as 65% of the aircraft maintenance costs of domestic airlines that have not been absorbed by MRO Indonesia. Most of the unabsorbed portions are aircraft engine and component maintenance clusters which only absorb about 10% (USD 100 Million) of 75% (USD 750 Million Th 2017) engine maintenance costs (35%) and aircraft components (45%), issued by Indonesian airlines. From the 10% uptake of engine maintenance costs and components, the portion of engine maintenance maintenance uptake is only 5% (USD 50 Million) of 35% (USD 350 Million) engine maintenance costs. There is still around 30% (USD 300 Million) which is an opportunity for MRO Indonesia to develop the engine maintenance capability of Indonesian airlines. Based on several types of jet engines in Indonesian airlines, CFM56-7B engine which has the largest population of 450 engines. From the feasibility analysis on the development of the capability of the MRO engine for maintenance of the CFM56-7B, the ROI and Pay Back Period / PBP calculations for the capability engine development program are 24.57% and 4.4 years respectively. The ROI and PBP show that the CFM56-7B MRO engine development project is feasible.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

jtk

Publisher

Subject

Aerospace Engineering Engineering Environmental Science Materials Science & Nanotechnology Transportation

Description

Jurnal Teknologi Kedirgantaraan (JTK) memuat artikel-artikel hasil penelitian dan kajian analitis kritis bidang teknik penerbangan yang belum pernah dipublikasikan pada media lain. Adapun lingkup bahasan meliputi: propulsi, avionik, struktur, material pesawat terbang, pemeliharaan dan operasional ...