Air terproduksi merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan proses industry dan nantinya akan diinjeksikan ke sumur injeksi. Air ini mengandung zat kimia dan polutan yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik sehingga perlu dilakukan pemantauan secara berkala dan analisa terhadap kualitas air tersebut sesuai standar yang berlaku untuk mencegah pencemaran lingkungan. Beberapa parameter yang digunakan dalam pengujian adalah pH, conductivity, dan Chemical Oxygen Demand (COD). Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, maka didapatkan rata-rata nilai pH sebesar 5,89; conductivity sebesar 0,432 mS; dan Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 1371 mg/L. Dari hasil rata-rata yang telah didapatkan, maka nilai tersebut telah memenuhi standar yang berlaku sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (PerMenLH) No.19 Tahun 2010 untuk BMAL Migas. Selain itu, sumur injeksi waterflooding digunakan untuk menginjeksi air terproduksi kembali ke dalam reservoir untuk meningkatkan hasil produksi yang lebih optimal, menjaga tekanan reservoir dan mengurangi dampak negatif pencemaran lingkungan.
Copyrights © 2025