Penelitian ini mengkaji dampak integrasi infrastruktur transportasi umum dan perjalanan aktif terhadap aksesibilitas pekerjaan di Greater London, dengan fokus pada stasiun kereta api, halte bus, parkir sepeda, dan jalur sepeda. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan transportasi dalam mengurangi kemacetan dan meningkatkan aksesibilitas pekerjaan. Metodologi yang digunakan mencakup integrasi data dari Business Register and Employment Survey (BRES) dan analisis spasial menggunakan QGIS untuk menghitung kepadatan node transportasi dan kepadatan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan node transportasi yang lebih tinggi di Inner London berkontribusi pada aksesibilitas pekerjaan yang lebih baik, sementara Outer London menunjukkan aksesibilitas yang lebih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan infrastruktur transportasi dan distribusi pekerjaan di Greater London perlu diatasi dengan investasi yang lebih merata dalam pengembangan transportasi umum dan ekonomi di daerah-daerah dengan aksesibilitas rendah. This study assessed the impact of integrating public transport infrastructure and active travel on job accessibility in Greater London, focusing on railway stations, bus stops, cycle parking, and cycle lanes. The main objective was to evaluate the effectiveness of transportation policies in reducing congestion and improving job accessibility. The methodology involved data integration from the Business Register and Employment Survey (BRES) and spatial analysis using QGIS to calculate transport node and job density. The findings revealed that higher transport node density in Inner London contributed to better job accessibility, while Outer London showed lower accessibility. The study concluded that the disparity in transport infrastructure and job distribution in Greater London needs to be addressed through more equitable investment in public transport development and economic growth in areas with low accessibility.
Copyrights © 2025