Dalam artikel ini, penulis mengulas tentang konflik di Papua Barat, yang telah berlangsung selama beberapa dekade dan memiliki akar yang dalam pada sejarah kolonialisme, penjajahan, serta ketidakpuasan atas status politik, ekonomi, dan sosial di wilayah tersebut. Penulis menggunakan teori Perdamaian menurut Johan Galtung untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sebab utama dan faktor sosial budaya yang memengaruhi konflik di Papua Barat. Konflik di Papua semakin rumit dengan munculnya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang terlibat dalam serangkaian kekerasan, termasuk serangan terhadap apparat keamanan, pembunuhan, dan penculikan. Penulis menjelaskan dua definisi perdamaian yakni perdamaian negatif dan perdamaian positif. Perdamaian negatif memerlukan kontrol pemerintah terhadap konflik yang terjadi, sedangkan perdamaian positif menunjuk pada suasana damai di mana terdapat kesejahteraan, keadilan, dan kebebasan.
Copyrights © 2024