Prevalensi penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RST Tingkat III Dr. Reksodiwiryo Padang tahun 2023 sebanyak 1.154 orang dan meningkat hampir tiap tahunnya. Wawancara dengan 6 orang pasien, 4 orang mengalami peningkatan berat badan interdialytic karena kesulitan mematuhi asupan cairan sesuai anjuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan asupan cairan dengan berat badan interdialytic pada pasien yang menjalani hemodialisis di Ruang Hemodialisa RST.Tingkat III Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2024. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional Study.. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien yang menjalani hemodialisis di Ruang Hemodialisa bulan Juli 2024 sebanyak 77 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 51,9% responden mengalami berat badan interdialytic sedang, 68,8% responden memiliki kepatuhan asupan cairan yang kurang baik. Uji statistik didapatkan p-value 0.000 artinya ada hubungan kepatuhan asupan cairan dengan berat badan interdialytic pada pasien yang menjalani hemodialysis. Melalui Kepala Ruangan khususnya perawat hemodialisa hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan dalam mencegah penambahan berat badan interdialytic pada pasien yang menjalani hemodialisis melalui pendidikan kesehatan terkait kepatuhan asupan cairan. Kata Kunci: Hemodialisis, Berat Badan Interdialytic, Kepatuhan Asupan Cairan
Copyrights © 2025