Ketakutan yang disebabkan oleh bahaya yang dirasakan, baik dari luar maupun dari dalam, dikenal sebagai kecemasan. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah rerata nilai akhir dari seluruh Indeks Prestasi (IP) yang merupakan hasil proses belajar selama beberapa semester perkuliahan. Mahasiswa kedokteran lebih rentan mengalami gangguan kecemasan terkait hasil belajar karena tingkat stres mereka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan siswa di mata kuliah lain yang merupakan salah satu faktor penyebab mengapa mahasiswa kedokteran lebih rentan mengalami kecemasan terhadap IPK. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah ada hubungan antara kecemasan terhadap IPK mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angakatan 2021 dan 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan studi potong lintang pada 250 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angakatan 2021 dan 2022. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner Beck Anxiety Inventory yang telah tervalidasi dan dianalisis dengan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan IPK sangat baik pada 143 (57,2%) orang dan IPK baik pada 107 (42,8%) orang. Didapatkan juga tingkat kecemasan berat-sangat berat pada 119 dari 204 orang (58,3%) yang memiliki IPK sangat baik, sementara 24 dari 204 orang yang memiliki IPK sangat baik mengalami kecemasan ringan-sedang dengan p = 0,446 (p>0,05) dan rr = 0,828. Kesimpulan, tidak terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan indeks prestasi kumulatif pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021 dan 2022. Kata Kunci: kecemasan, indeks prestasi kumulatif, mahasiswa fakultas kedokteran
Copyrights © 2024