p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ebers Papyrus
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN INDEKS PRESTASI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2021 DAN 2022 Ilham, Sheira Aulia Putri Rammadani; Oentarini Tjandra
Ebers Papyrus Vol. 30 No. 2 (2024): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v30i2.31758

Abstract

Ketakutan yang disebabkan oleh bahaya yang dirasakan, baik dari luar maupun dari dalam, dikenal sebagai kecemasan. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah rerata nilai akhir dari seluruh Indeks Prestasi (IP) yang merupakan hasil proses belajar selama beberapa semester perkuliahan. Mahasiswa kedokteran lebih rentan mengalami gangguan kecemasan terkait hasil belajar karena tingkat stres mereka yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan siswa di mata kuliah lain yang merupakan salah satu faktor penyebab mengapa mahasiswa kedokteran lebih rentan mengalami kecemasan terhadap IPK. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah ada hubungan antara kecemasan terhadap IPK mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angakatan 2021 dan 2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan studi potong lintang pada 250 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angakatan 2021 dan 2022. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner Beck Anxiety Inventory yang telah tervalidasi dan dianalisis dengan uji Pearson Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan IPK sangat baik pada 143 (57,2%) orang dan IPK baik pada 107 (42,8%) orang. Didapatkan juga tingkat kecemasan berat-sangat berat pada 119 dari 204 orang (58,3%) yang memiliki IPK sangat baik, sementara 24 dari 204 orang yang memiliki IPK sangat baik mengalami kecemasan ringan-sedang dengan p = 0,446 (p>0,05) dan rr = 0,828. Kesimpulan, tidak terdapat hubungan signifikan antara kecemasan dengan indeks prestasi kumulatif pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2021 dan 2022. Kata Kunci: kecemasan, indeks prestasi kumulatif, mahasiswa fakultas kedokteran
HUBUNGAN KECANDUAN PERMAINAN DARING DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2024 Devandy, Daniel; Oentarini Tjandra
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 1 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v31i1.34830

Abstract

Kecanduan permainan daring adalah penggunaan internet berlebihan untuk bermain permainan daring yang dapat menimbulkan berbagai gangguan klinis, salah satunya adalah menurunnya kualitas tidur. Kualitas tidur merujuk pada sejauh mana individu merasa puas terhadap berbagai aspek dari pengalaman tidurnya. Tidur yang buruk dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, antara lain meningkatkan risiko obesitas, diabetes, serta penyakit jantung. Dari sisi psikologis, kualitas tidur yang rendah juga dapat memicu depresi, kecemasan, gangguan perilaku, konsumsi alkohol, hingga kecenderungan bunuh diri. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara kecanduan permainan daring dan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2024. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional, yang dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2025. Sebanyak 172 responden yang memenuhi kriteria inklusi berpartisipasi dalam penelitian ini. Data diambil menggunakan teknik non-probability judgemental sampling dengan sarana google form. Data dikumpulkan melalui kuesioner Indonesian Online Game Addiction Questionnaire (IOGAQ) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan bermakna antara kecanduan permainan daring dan kualitas tidur (p = 0,039). Didapatkan peningkatan risiko kualitas tidur buruk sebesar 1,437 kali bagi responden yang mengalami kecanduan permainan daring (PR = 1,437). Disarankan agar responden membatasi waktu bermain permainan daring dan mengelola waktu dengan lebih baik agar kualitas tidurnya optimal.