Latar belakang : Proporsi berat badan berlebih dan obesitas di Indonesia pada orang dewasa terus meningkat setiap tahun, baik di perkotaan maupun pedesaan. Berbagai faktor seperti asupan energi yang lebih tinggi dibandingkan pengeluaran energi, jenis makanan yang dikonsumsi, serta kebiasaan melewatkan sarapan berperan dalam peningkatan risiko obesitas. Sarapan diketahui sebagai salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko obesitas. Tujuan :Tujuan studi ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara frekuensi sarapan mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara dan prevalensi obesitas. Metode : Studi ini menggunakan desain observasional potong lintang, dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner kebiasaan sarapan dan pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi. Data yang dikumpulkan diolah menggunakan uji statistik chi-square. Hasil : Penelitian ini melibatkan 530 mahasiswa/i. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara frekuensi sarapan dan obesitas (p <0,05). Mahasiswa yang tidak sarapan memiliki kemungkinan lebih besar untuk menjadi obesitas dibandingkan dengan siswa yang sarapan secara rutin.
Copyrights © 2024