Berbagi pengetahuan merupakan proses yang sangat penting bagi individu, kelompok dan organisasi untuk memperoleh dan transfer informasi, ide dan pengalaman. Individu, kelompok dan organisasi diharapkan dapat memfasilitasi dan mengelola perilaku berbagi pengetahuan untuk mencapai visi dan misi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kompleksitas tugas secara subjektif dan kapasitas menyerap individu dalam berbagi pengetahuan di dalam organisasi. Penelitian mengambil sampel dengan teknik purposive dan diperoleh 197 responden. Tahapan pengujian yang dilakukan adalah uji instrumen, uji model, dan uji hipotesis. Hasil pengujian diperoleh bahwa kompleksitas tugas dan kapasitas menyerap (potential dan realized) yang tinggi akan menstimulus individu untuk melakukan perilaku praktik berbagi pengetahuan. Hal tersebut memberikan pandangan empiris bahwa kompleksitas tugas yang bersifat subjektif mampu mendorong individu untuk melakukan praktik berbagi pengetahuan. Hal yang sama juga terjadi pada kedua dimensi dari kapasitas menyerap. Semakin tinggi potential dan realized kapasitas menyerap individu akan mendorong individu untuk berbagi pengetahuan.
Copyrights © 2025