Desa Plancungan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, merupakan penghasil tembakau, salah satu produk pertanian yang berperan penting dalam mendukung mata pencaharian, pertumbuhan ekonomi, dan penyerapan tenaga kerja. Di desa ini, petani membudidayakan tembakau rajangan, termasuk tembakau Virginia. Namun, proses penjemuran tembakau yang dilakukan di ruang terbuka selama dua hingga tiga hari sangat bergantung pada kondisi cuaca yang tidak menentu, yang sering kali memengaruhi kualitas hasil panen. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini menerapkan algoritma K-Nearest Neighbor (K-NN) guna memprediksi cuaca di Desa Plancungan. Data cuaca dikumpulkan menggunakan alat mikrokontroler yang dipasang di lokasi, yang merekam tiga parameter utama: suhu, kelembapan, dan tekanan udara. Dari total 10.000 data yang diperoleh, sebanyak 2.500 data digunakan untuk pelatihan dan pengujian algoritma. Hasil penelitian berupa prediksi cuaca—hujan, cerah, atau berawan—ditampilkan dalam bentuk halaman web. Informasi ini memungkinkan petani mendapatkan gambaran kondisi cuaca lebih awal, sehingga mereka dapat merencanakan langkah antisipasi untuk menjaga kualitas hasil panen dan mengoptimalkan proses penjemuran tembakau di tengah tantangan cuaca yang berubah- ubah.
Copyrights © 2024