Permasalahan transportasi sering terjadi di kota-kota besar, termasuk kemacetan tundaan dan lainnya yang disebabkan meningkatnya aktivitas masyarakat dan pergerakan ekonomi. Hal ini menuntut peningkatan sarana transportasi yang berdampak pada menurunnya kinerja jalan dan persimpangan, terutama di Kota Tabanan, Bali. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode regresi linier sederhana agar memperoleh arus jenuh kendaraan pada pendekat simpang dan model regresi arus jenuh pada kaki simpang. Hasil penelitian menunjukkan model pengaruh sepeda motor terhadap arus jenuh di Simpang Barat Pendekat Timur dengan persamaan: Y = 101,080 + 19,639X (R² = 0,735). berarti jika volume kendaraan sepeda motor meningkat, nilai arus jenuh juga meningkat. Pengaruh sepeda motor terhadap arus jenuh adalah 73,50%, dan 27,50% dipengaruhi oleh faktor lain. Simpang Timur Pendekat Barat, model yang diperoleh adalah: Y = 135,277 + 19,402X (R² = 0,651). Peningkatan volume sepeda motor juga meningkatkan arus jenuh, dengan pengaruh sebesar 65,10% dan 35,90% dipengaruhi oleh faktor lain. Tingkat keberhasilan RHK pada Simpang Barat Pendekat Timur adalah 73,3%, dan pada Simpang Timur Pendekat Barat adalah 66,6%, keduanya termasuk kategori cukup berhasil diterapkan.
Copyrights © 2025