Pondok Pesantren Al-Khoirot yang didirikan pada tahun 1963 telah mengalami transformasi dari pondok salaf menjadi lembaga pendidikan yang mengkombinasikan antara ilmu agama dan ilmu umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman Pondok Pesantren Al-Khoirot dalam mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum dalam kurikulumnya, tantangan yang dihadapi dalam proses integrasi tersebut dan bagaimana cara Pondok Al-Khoirot menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan, yang menggabungkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Al-Khoirot telah berhasil mengintegrasikan kedua jenis ilmu melalui penyusunan visi dan misi, pendirian lembaga pendidikan agama dan formal, penetapan mata pelajaran multidisiplin, serta pelatihan dan pendampingan bagi pengajar. Namun, tantangan seperti perbedaan perspektif antara pengajar agama dan pengajar ilmu umum serta kurangnya pemahaman tentang integrasi ilmu menjadi hambatan dalam implementasi kurikulum integratif. Solusi yang diusulkan meliputi pengembangan kolaborasi antara pengajar agama dan umum, serta pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi pengajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum integratif dapat menciptakan santri yang unggul secara akademik dan spiritual, mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keagamaan mereka
Copyrights © 2025