Artikel ini mengkaji makna lafadz hikmah, mauidhah al-hasanah, dan al-jidaal dalam perspektif Tafsir Jalalain serta implementasinya dalam metode dakwah kontemporer. Pemahaman terhadap ketiga lafadz ini memiliki peran penting dalam mengembangkan strategi dakwah yang efektif pada era modern. Hikmah merujuk pada kebijaksanaan dalam menyampaikan pesan, sedangkan mauidhah al-hasanah adalah nasihat yang baik dan penuh hikmah, serta al-jidaal berkaitan dengan cara berdialog dan berdebat dengan penuh kesantunan. Dalam Tafsir Jalalain, ketiga istilah ini dijelaskan dengan cara yang mudah dipahami, mencakup konteks sosial dan budaya pada masa nabi. Artikel ini mengungkapkan bagaimana ketiga konsep tersebut dapat diadaptasi dalam dakwah kontemporer untuk menciptakan komunikasi yang konstruktif dan penuh kedamaian, terutama di tengah perbedaan pendapat dan tantangan globalisasi. Penekanan pada pendekatan hikmah dan nasihat yang baik relevan untuk mengatasi polarisasi dalam masyarakat, sementara penggunaan al-jidaal yang santun dapat memperkuat dialog antar umat beragama. Dengan demikian, implementasi ketiga lafadz ini dalam dakwah kontemporer diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyebaran pesan Islam yang penuh kedamaian dan keberagaman
Copyrights © 2024