Kasus penganiayaan merupakan permasalahan sosial yang memiliki dampak fisik, psikologis, dan sosial signifikan bagi korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kualifikasi luka pada kasus penganiayaan yang ditangani di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan total sampel 346 korban penganiayaan. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang mencatat informasi mengenai usia, jenis kelamin, dan kualifikasi luka. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menentukan hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan mayoritas korban berjenis kelamin laki-laki (58,1%) dan berusia dewasa (91,3%). Luka ringan merupakan jenis cedera terbanyak (73,1%), diikuti luka sedang (26,3%) dan luka berat (0,6%). Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kualifikasi luka (p = 0,0001), di mana laki-laki lebih dominan mengalami luka berat (63,2%), sementara perempuan lebih sering mengalami luka sedang dan berat dalam konteks domestik. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara usia dengan kualifikasi luka (p = 0,995), meskipun kelompok usia lanjut (>60 tahun) cenderung lebih rentan terhadap luka berat. Kesimpulan penelitian bahwa ada hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kualifikasi luka pada kasus penganiayaan yang ditangani di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.
Copyrights © 2024