The rapid development of Artificial Intelligence (AI) technology provides great potential for improving efficiency in areas such as healthcare, finance, and education. However, these advancements also pose ethical and spiritual challenges, especially in the context of the Christian faith. The Holy Spirit, One of the Trinity Persons, is the source of moral guidance and transformation, while AI operates based on logic and algorithms without spiritual elements. This research aims to bridge the gap in understanding by exploring the integration of spiritual values in AI development. As such, this paper emphasizes the importance of respecting spiritual values while advancing efficiency and productivity, guaranteeing that AI can contribute to human well-being in a just and harmonious manner according to the guidance of the Holy Spirit. Abstrak Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai bidang, seperti kesehatan, keuangan, dan pendidikan. Namun, kemajuan ini juga menimbulkan tantangan etis dan spiritual, terutama dalam konteks iman Kristen. Roh Kudus, salah satu Pribadi dalam Tritunggal Ilahi, merupakan sumber bimbingan dan transformasi moral, sementara AI beroperasi berdasarkan logika dan algoritma tanpa unsur spiritual. Penelitian ini bertujuan menjembatani kesenjangan pemahaman dengan mengeksplorasi integrasi nilai-nilai spiritual dalam pengembangan AI. Dengan demikian, artikel ini menekankan pentingnya menghormati nilai-nilai spiritualitas sambil memajukan efisiensi dan produktivitas, menjamin bahwa AI dapat berkontribusi pada kesejahteraan manusia secara adil dan harmonis sesuai dengan bimbingan Roh Kudus.
Copyrights © 2024