Bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara tercatat sejak tahun 2018 sampai tahun 2023 terjadi cukup parah dengan ketinggian air 10-80 cm hingga 2 m. Sebagai wilayah yang sangat rentan terhadap bencana banjir maka Kabupaten Aceh Utara menjadi pusat perhatian dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender sebagai wujud peningkatan efektivitas dan keadilan dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi pengarusutamaan gender dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Aceh Utara. Jenis penelitian studi kasus dengan menggunakan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif). Pengumpulan data menggunakan teknik survei, wawancara dan dokumentasi. Subjek ditentukan secara purposive sampling. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase dan data kualitatif dianalisis menggunakan teknik interaktif model Milles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks rata-rata hasil jawaban responden 29,5 yang berada dalam kategori kurang. Empat indikator pengarusutamaan gender, yaitu 1) Akses, 2) Partisipasi, 3) Kontrol terhadap sumber daya dan pengambilan keputusan, 4) Manfaat dari kebijakan dan program, menunjukkan ketidakseimbangan pada akses dan partisipasi antara laki-laki dan perempuan dalam penanggulangan bencana. Tantangan yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan tentang gender, resistensi pihak tertentu dan kurangnya sumber daya. Implementasi pengarusutamaan gender merupakan alat penting untuk mencapai tujuan penanggulangan bencana secara efektif demi kesetaraan dan keadilan bagi setiap orang dalam situasi bencana.
Copyrights © 2025