Penelitian ini berfokus pada Yayasan Tlasih Delapan Tujuh di Mojokerto yang berperan sebagai pusat pengembangan nilai-nilai budaya lokal. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya menjaga dan mengembangkan kearifan lokal di tengah keberagaman budaya dan agama di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Yayasan Tlasih Delapan Tujuh mengaktualisasikan local wisdom melalui pendekatan Coordinated Management of Meaning (CMM). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Tlasih Delapan Tujuh berhasil memperkokoh nilai-nilai Pancasila, mempererat persaudaraan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan budaya melalui berbagai kegiatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Yayasan Tlasih Delapan Tujuh efektif dalam memelihara dan mengembangkan budaya lokal serta mendukung keharmonisan sosial.
Copyrights © 2025