Banjir adalah masalah serius yang kerap muncul di banyak daerah di Indonesia, termasuk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekadau. Dengan luas wilayah mencapai 264.559 Ha, DAS Sekadau mengalami penurunan area hutan dan lahan hijau akibat pertumbuhan jumlah penduduk. Perubahan ini berdampak pada berkurangnya kemampuan DAS dalam menampung air, yang berkontribusi pada peningkatan risiko banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pengendalian banjir untuk Kabupaten Sekadau. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran,berdasarkan data primer dan sekunder. Data primer adalah persepsi responden setelah melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sebanyak 22 stakeholder dari Kabupaten Sekadau. Data sekunder didapatkan melalui dokumen, jurnal dan sumber data lainnya. Penelitian ini menerapkan metode analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman). Hasil penelitian menunjukan strategi pengendalian banjir menggunakan kombinasi Strength-Opportunity (SO) mencakup lima strategi, yaitu melakukan reboisasi dan rehabilitasi lahan, membuat sistem peringatan dini bencana banjir, melakukan pelatihan dan simulasi cepat tanggap bencana banjir, membuat jalur evakuasi, pengelolaan sampah berbasis reduce-reuse-recycle (TPS 3R).
Copyrights © 2025