Salah satu kemampuan matematis yang sangat penting dan perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika ialah Kemampuan Komunikasi Matematis (KKM). Hal ini untuk membantu pembelajaran siswa mengenai konsep matematika untuk menggambarkan suatu keadaan, melukis, memberikan laporan, menggunakan objek, dan penjelasan secara lisan maupun tulisan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa hasil pembelajaran matematika terhadap KKM masih rendah. Hal ini disebabkan oleh siswa yang kurang memiliki kemampuan untuk merumuskan ide sendiri dan kurangnya keberanian yang dimiliki siswa untuk menyampaikan pendapat kepada orang lain. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui KKM siswa setelah belajar dengan menerapkan model Active Knowledge Sharing dan konvensional di SMPN 1 Montasik Aceh Besar. Metode yang digunakan ialah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif melalui desain pretest-posttest-control-group-design. Seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Montasik Aceh Besar merupakan populasi penelitian dengan sampel dua kelas yang dipilih secara simple random sampling, di mana siswa kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-2 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes KKM dengan uji-t sebagai formula analisisnya pada taraf signifikansi 5% setelah persyaratan pengujian terpenuhi. Hasil penelitian diperoleh bahwa KKM siswa yang memperoleh pembelajaran dengan model pembelajaran Active Knowledge Sharing lebih baik daripada yang memperoleh pembelajaran secara konvensional di SMPN 1 Montasik Aceh Besar. Penerapan model pembelajaran Active Knowledge Sharing dalam pembelajaran matematika telah terbukti dapat mempengaruhi KKM siswa menjadi lebih baik dan dapat menjadi salah satu acuan tentang praktik baik model pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap KKM siswa.
Copyrights © 2023