Dalam masyarakat Batak Toba, anak dianggap sebagai harta yang sangat berharga dan penting. Anak laki-laki, khususnya, diutamakan karena perannya sebagai pembawa nama dan penerus marga. Hal ini tercermin dalam nilai-nilai budaya seperti hamoraon (kekayaan), hagabeon (banyak keturunan), dan hasangapon (kehormatan). Dari sudut pandang etika, anak sebagai harta mencerminkan tanggung jawab orang tua untuk mendidik dan membesarkan anak dengan baik. Dalam budaya Batak Toba, ada konsep “mardomu” yang berarti menjaga kehormatan keluarga melalui pendidikan dan perilaku anak. Hal ini sejalan dengan ajaran Kristen yang menekankan pentingnya pengasuhan yang baik dan tanggung jawab moral orang tua terhadap anak-anak mereka. Dengan demikian, etika pengasuhan dalam konteks ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik tetapi juga perkembangan karakter dan spiritual anak.
Copyrights © 2025